Minggu, 16 Juni 2013

Sebuah cerita sederhana 6

                                                                 Pasang surut

    Pada suatu hari,seorang pemuda bernama Rudi sedang menyusuri pesisir pantai dengan berjalan kaki. Dalam lubuk hatinya,terpendam sebuah putus asa  yang mendalam dan menyakitkan. Rasa itu muncul dikarenakan dirinya tak mampu membiayai anak dan istrinya sehingga mereka kabur dari rumah untuk mencari kehidupan baru.

    Akhirnya memuncaklah rasa putus asanya itu. Lalu,ia mulai kehilangan akal budinya dan dengan tak sadarkan diri langsung berlari ke arah laut dan menenggelamkan diri di air.


    Namun,dalam usahanya untuk mengakhiri hidupnya,tiba-tiba seseorang menarik dirinya keluar dari dalam air. Seseorang itu ternyata adalah seorang nelayan lokal bernama Gusti.

"Hei,apakah kamu sudah tidak waras?!"Kata si nelayan itu.

    "Untuk apa kamu bertanya seperti itu padaku,sudah sepantasnya aku mengakhiri hidupku dengan cara seperti ini!"Balas Rudi.

    "Memangnya kesalahan seperti apa yang kamu perbuat sampai-sampai kamu mau mengakhiri hidupmu seperti ini ?"Tanya si nelayan.

    "Aku telah gagal dalam mengurus diriku sendiri dan mengurus keluargaku,beberapa hari yang lalu istri dan anakku kabur dari rumah dan aku tidak tahu kemana harus mencari mereka. Maka dari itu aku tidak tahan lagi dan mau mengakhiri hidupku yang tidak berguna ini,"Jawab Rudi dengan sedikit menangis.

"sudahlah,marilah kita bicarakan ini dulu. Tidak perlu sampai mengakhiri hiduplah."

    Akhirnya perahu nelayan itu segera merapat ke pantai dan mereka berdua duduk di sana untuk membicarakan persoalan si Rudi.

    "Jadi,janganlah kamu bersedih dahulu. Dan janganlah kamu coba mengakhiri hidupmu lagi. Hidup ini hanya sekali,maka itu jangan disia-siakan!"Kata si nelayan dengan bijaknya.

"Tapi untuk apa saya hidup bila diri saya sudah begini?"

    "Saya tahu kesedihanmu pastilah benar-benar menyakitimu. Sebelum kamu berkata-kata lebih lanjut,cobalah lihat ke depanmu,apa yang kamu lihat?"Tanya si nelayan.

"Laut,ombak,cakrawala,perahu-perahu,dan burung camar."

"Cobalah perhatikan ombak-ombak itu. Mereka semua selalu pasang atau surut bukan?"

"Iya,"Jawab Rudi.

    "Nah,hidup ini dapat kita ibaratkan sebagai ombak. Terkadang pasang,yang berarti hidup kita sedang baik. Terkadang pula surut,yang berarti hidup kita sedang tidak baik. Cara terbaik agar kita dapat terus hidup dalam ombak kehidupan ini yaitu dengan cara memasang kerendahan hati dan kesabaran dalam jiwa kita. Apakah perkataanku dapat engkau pahami dan engkau terima?"Jelas si nelayan.

"Ya,perkataan anda benar. Mungkin sekarang hidup saya sedang surut,"kata Rudi.

    "Kalau begitu lebih baik kamu bersabar saja. Siapa tahu beberapa hari lagi hidupmu akan mengalami pasang lagi!"

"Ya sudahlah,terima kasih pak!"Ucap Rudi.

"Sama-sama!"Balas si nelayan.

    Akhirnya Rudi segera beranjak dari pantai dan kembali ke rumahnya dan terus bersabar dan rendah hati sambil memperbaiki kehidupannya. Dan mungkin ia suatu saat nanti akan berbahagia kembali bersama keluarganya.

TAMAT

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Harap komen dengan penuh tanggung jawab dan sopan.....
Jangan spam di bagian komen blog ini !
Jangan mengiklankan hal-hal berbau porno di kolom komen !
Selamat berkomentar !