Kamis, 04 Juli 2013

Sebuah cerita sederhana 7

   Teman yang berbudi


"Dasar bodoh ! Masak kamu selalu lupa apapun yang sudah kuberitahu ?!"Teriak Anto ke Aryo.

"Maaf,To. Aku lupa  kalau hari ini hari ulang tahunmu. Tapi kadonya masih ada kok," Kata Aryo sambil meminta maaf ke Anto.

"Trus sekarang mana kadonya ?"Tanya Anto.

"Oh,iya! Kadonya ketinggalan di rumah !"

"Dasar pelupa!!"

"Bukk!!!"

Tanpa peringatan Anto memukul wajah Aryo dengan tangannya sampai wajah Aryo memar karenanya. Anto lalu berkata,"Awas ya ! Bila kamu masih menjadi Aryo si pelupa lagi maka aku akan terus memperlakukanmu seperti tadi !!"

Beberapa hari berikutnya,Aryo masih terus pelupa dan banyak melupakan berbagai hal-hal penting. Misalnya,ia lupa kalau ada ulangan Matematika di kelasnya 3 hari setelah ulang tahun Anto. Lalu ia juga lupa untuk memberikan kado ultahnya Anto. Dan yang terparah adalah ia lupa bahwa Anto masih benci akan kepelupaannya itu.

Waktu berlalu dan kepelupaan Aryo masih saja melekat pada dirinya.....

 20 Tahun kemudian....

"Pak,tolong pak ! Berilah saya waktu beberapa hari lagi untuk mencari uang,"Kata Anto kepada sang penagih hutang yang datang ke rumahnya.

"TIDAK BISA!!! Kamu sudah berhutang banyak sejak bertahun-tahun yang lalu dan sekarang sudah menumpuk semuanya!! POKOKNYA HARI INI HARUS KAMU BAYAR!!!" Kata si penagih hutang dengan lantang dan keras.

Tiba-tiba di tengah keributan itu sebuah mobil mewah berwarna kuning muncul di depan pagar rumah Anto. Dari dalam mobil itu keluarlah seorang bapak-bapak yang memakai kacamata hitam dan jas hitam beserta para pengawalnya. Lalu bapak itu berjalan menuju rumah Anto dan berbicara kepada si penagih hutang.

"Pak,berapa hutang orang ini ?" Tanya bapak itu sambil menunjuk ke arah Anto.

"100 juta. Memangnya kenapa ? Anda mau bayar hutangnya dia ?" Tanya si penagih hutang.

"Ya,dan ini uangnya."Bapak itu menyerahkan sebuah koper yang ternyata penuh dengan uang. Dan setelah itu,si penagih hutang pergi meninggalkan rumah Anto.

Lalu segera setelah bapak itu membayar hutang Andi,Andi langsung menjabat tangan bapak itu dan sambil menangis terharu ia mengucapkan terima kasih.

"Terima kasih banyak pak,tanpa bapak saya akan terus terjerat hutang saya,"katanya.

"Ah,sudahlah. Aku hanya ingin berbuat kebaikan saja,"kata bapak itu.

"Tapi kalau boleh tahu,siapakah bapak ? Mengapa bapak dengan begitu baiknya menolong saya ?"

"Apakah kamu sudah lupa siapa aku ?"

Bapak itu lalu membuka kacamata hitamnya dan berkata,"Ini aku,Aryo. Teman lamamu yang pelupa itu !"

Hati Anto segera merasa terharu lagi ketika mendengar nama Aryo. Lalu Aryo bercerita sedikit tentang dirinya,"Sejak kita berpisah aku mulai merenungkan sifat pelupaku ini dan aku sadar bahwa itu tidak baik. Maka aku mulai belajar untuk tidak pelupa dan mendisiplinkan diri. Lalu setelah menjadi orang sukses aku segera mencari tahu bagaimana kehidupanmu berlangsung. Dan akhirnya 2 bulan yang lalu aku mengetahui bahwa kamu sedang terjerat hutang. Maka dari itu aku membantumu!"

Anto lalu berkata,"Oh temanku,maafkanlah diriku yang sudah mengejekmu pelupa di masa lalu. Nyata-nyatanya engkau sekarang masih mengingat aku."

Lalu kedua sahabat itu saling berpelukan satu sama lain dengan eratnya. Kemudian,Aryo berpamitan dan Anto kembali menjalani hidupnya dengan bahagia.

TAMAT

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Harap komen dengan penuh tanggung jawab dan sopan.....
Jangan spam di bagian komen blog ini !
Jangan mengiklankan hal-hal berbau porno di kolom komen !
Selamat berkomentar !