Kamis, 22 Agustus 2013

Opini : Perselisihan agama di Indonesia

Halo semuanya...

   Untuk yang pertama kalinya Blog Simpel Tapi Jenius akan memposting sebuah tipe postingan yang baru. Tipe itu adalah : Opini. Jadi di dalam tipe postingan ini saya akan memposting tentang opini saya mengenai suatu topik pilihan(dan mungkin saya juga akan mengikutkan pendapat orang lain).


    Pada seri Opini pertama ini,saya akan membahas tentang permasalahan agama di Indonesia. Seperti yang kita tahu,Indonesia adalah negara dengan penduduk bermayoritas Muslim. Sehingga otomatis akan membuat agama lain selain Islam akan menjadi agama Minoritas. Tetapi,karena itulah seringkali yang beragama Mayoritas sering bersikap diskriminatif terhadap yang beragama Minoritass,dan seringkali disebabkan oleh mereka yang Mayoritas "merasa lebih berkuasa" daripada yang Minor.

Contoh kerusuhan agama
    Mungkin bila menyangkut masalah agama di Indonesia anda akan teringat kepada Konfik Poso pada jaman dulu dan Konflik-konflik yang menyangkut tentang Ahmadiyyah. Dan belum lagi diskriminasi-diskriminasi yang dilakukan Umat agama Mayoritas di beberapa tempat di Indonesia.

    Terus terang,saya agak sedih ketika melihat ataupun mendengar banyak konflik agama terjadi di Indonesia.                                 Mengapa ? Karena seharusnya seluruh anggota masyarakat sudah bisa menghormati keberagaman agama di Negeri Indonesia,apalagi di jaman modern seperti sekarang. Terlebih lagi semboyan bangsa Indonesia ini kan Bhinneka Tunggal Ika,yang berarti Berbeda-beda tapi tetap satu.

    Bila anda orang Indonesia,mungkin dulu anda pernah belajar sejarah,bahwa pada saat Piagam Jakarta dibuat,Soekarno selaku ketua panitia sembilan mengganti sila pertama yang berbunyi "Ketuhanan dengan menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya",menjadi "Ketuhanan yang Maha Esa". Hal tersebut disebabkan oleh Indonesia Bagian Timur mengancam akan melepaskan diri dari RI bila kalimat tersebut tidak diganti. Tetapi bukan berarti salah penduduk Indonesia Timur yang sebagian besar beragama Kristen yang membuat kalimat yang "terkesan" memuji agama Islam itu diganti. Justru kalimat tersebut diganti juga berdasarkan pertimbangan Soekarno yang menghendaki agar bangsa kita yang berbeda-beda agama maupun suku atau ras tetap bersatu.

    Namun,di masa sekarang ini,justru bangsa Indonesia yang dulunya menghargai perbedaan agama,suku,dan ras,malah menjadi seperti orang-orang yang diskriminati dan arogan. Bahkan,saya sendiri merasa bahwa rasanya bangsa Indonesia ini sekarang hanya bersatu secara De Facto saja. Antar umat beragama kerap kali terjadi pertikaian yang terkadang berdasar sesuatu yang sepele.

Gus Dur,Presiden ke-4 Indonesia
    Agaknya seluruh rakyat Indonesia harus mencontoh orang seperti Gus Dur,yang tak lain dan tak bukan adalah presiden kita yang ke-empat. Bagi saya,dia adalah contoh orang yang benar-benar menghargai perbedaan di tengah negara dengan ratusan suku,ras, dan berbagai macam agama ini. Meskipun begitu,ternyata masih juga ada orang yang tidak suka dengan sikap Gus Dur sehingga mereka sering menjelek-jelekkan Gus Dur,bahkan sampai setelah Gus Dur mati. Ada yang bilang Gus Dur antek Liberal,ada yang bilang kalau Gus Dur itu mengidap penyakit Mental,dan ada yang bilang ia tidak Nasionalis. Padahal bagi saya Gus Dur itu hanyalah seorang Presiden RI biasa yang menghargai perbedaan.

    Selain itu masih banyak tokoh-tokoh pluralis seperti Gus Dur yang ada di Indonesia. Namun sayangnya nama-nama mereka kalah jauh dibandingkan dengan FPI,NU,GKI,DLL....

    Di tengah arus Globalisasi yang kuat di dunia modern ini,sudah seharusnya Indonesia berbenah dalam urusan perbedaan agama. Karena jangan sampai diskriminasi agama memalukan Indonesia di mata dunia

   Maaf saja,tapi saya mau bertanya kepada yang Muslim,mengapa kalian bersikap Diskriminatif terhadap orang-orang beragama Kristen,Buddha,Katolik,dll...? Padahal kan sudah jelas-jelas agama kalian mengajarkan tentang kasih juga,meskipun agak sedikit berbeda dengan ajaran kasih Kristen(saya bisa memaklumi itu juga). Namun tetap kan intinya adalah tentang kasih. Jadi sesungguhnya menurut saya adalah umat Islam tidak perlu melakukan sikap-sikap seperti itu. Karena agama kalian kan tidak pernah mengajarkan untuk membenci umat beragama lain kan ?

    Hal ini juga berlaku bagi yang Minoritas,khususnya bagi umat Kristen. Kristus sudah mengajarkan bahwa kita harus mengasihi sesama,tidak peduli sesama itu agamanya apa atau ras apa atau suku apa. Agama lain pun begitu,juga mengajarkan untuk mengasihi sesama. Maka itu terapkanlah diantara sesama umat beragama.

    Saya paham bahwa umat Muslim terkadang tidak suka bila mendengar orang Kristen bernyanyi di Gereja,tapi coba lihat umat Kristen,mereka tidak pernah marah atau tidak suka kepada Adzan
Maghrib. Maka itu saya mohon pada Umat Muslim untuk toleransi sedikit pada lagu-lagu Kristen.


    Harapan saya adalah di masa depan nanti,Indonesia sudah benar-benar bersatu secara De jure lagi seperti dulu dan juga tidak terjadi perselisihan agama lagi,terutama antara Umat Muslim dengan umat Kristen,karena hal semacam itu tidak memberikan keuntungan apapun bagi semua agama di Indonesia.


   Sekian Opini saya,saya ucapkan terimakasih bila anda menghargai Opini saya dan mau men-share Postingan ini ke orang-orang yang anda kenal. Oh,iya,bila anda punya usulan untuk seri Opini lagi yang selanjutnya maka silakan pos usulan anda di kolom komen. Terimakasih...

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Harap komen dengan penuh tanggung jawab dan sopan.....
Jangan spam di bagian komen blog ini !
Jangan mengiklankan hal-hal berbau porno di kolom komen !
Selamat berkomentar !