Sabtu, 26 Juli 2014

Cerpen Horor : Restart Button ( Part II )


Restart Button

Part II
                                   Titus Agung Adiyatma



Entah nasibku sedang mujur atau apa, akhirnya aku dapat berduaan dengan Margaret. Guruku mempasangkanku bersamanya untuk mengerjakan proyek sekolah bersama. Hatiku bahagia sekali ketika mendengar itu...
Segera setelah itu aku dan Margaret berbicara. Ia berbicara padaku dengan intonasi dan tutur kata yang ramah sekali, seakan-akan ia tidak tahu tentang reputasiku di sekolah...
Kami membicarakan tentang pembuatan proyek kami berdua. Akhirnya kami sepakat bahwa rumahku yang akan dijadikan tempat untuk mengerjakan proyek itu...

Jiwaku seperti melayang di surga pada saat itu...

Para lelaki di kelasku memandangku dengan bermacam tatapan. Marah, kesal, kagum, iri, semua itu ada di muka mereka. Akhirnya aku sekarang bisa merasakan makna dari rasa bangga itu sendiri...
Sepulang sekolah, aku dan Margaret bergegas menuju rumahku. Orangtuaku sedang pergi ke luar kota. Jadi aku tinggal sendiri di rumahku. Syukurlah...

Ketika kami sampai di rumahku, aku segera menjamunya sebaik yang aku bisa. Menyuguhkannya teh, kue , dan berbagai macam makanan lain. Dengan harapan agar ia mau berlama-lama di rumahku..

Ketika kuberinya suguhan-suguhan rumahku, ia menerimanya dengan wajah hangat. Senyuman tipis namun berarti muncul di wajahnya, sembari mengucapkan terimakasih padaku.

Setelah sedikit jamuan itu, aku dan dia fokus kepada proyek kami. Aku mencoba untuk menyediakan semua barang yang diperlukan untuk proyek kami, yang beruntungnya sudah tersedia di dalam rumahku.

Singkatnya, proyek kami sudah jadi. Aku sudah mencoba membantu sebisaku. Dan tampaknya usahaku berhasil. Proyek kami selesai dengan sempurna, seperti yang kita harapkan. Margaret tersenyum puas ketika melihat hasil akhir proyek kami.

Aku dan dia mengobrol selama beberapa saat setelah proyek kami selesai. Kami membicarakan banyak hal. Pertemanan, pelajaran, guru,sekolah , dan masih banyak lagi. Namun, setiap kali aku ingin membicarakan tentang perasaanku padanya, ia tiba-tiba saja ingin membicarakan sesuatu yang lain...

Aku merasa tidak enak dengan itu...

Setelah agak lama mengobrol, aku sudah tidak tahan lagi...

Bersambung...

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Harap komen dengan penuh tanggung jawab dan sopan.....
Jangan spam di bagian komen blog ini !
Jangan mengiklankan hal-hal berbau porno di kolom komen !
Selamat berkomentar !