Kamis, 21 Agustus 2014

Sebuah Peristiwa Berkesan : Aksi Gardu Prabowo

Halo semuanya...

Siang ini, setelah saya beristirahat sejenak di kantin sekolah, menenangkan diri dari tekanan-tekanan pelajaran, sebuah pengumuman diumumkan tidak lama setelah bel tanda istirahat selesai berbunyi.

Pengumuman itu berbunyi : "Pada hari ini, untuk murid kelas 7, 8, dan 9, seluruh kegiatan ekstrakulikuler akan ditiadakan dan seluruh murid kelas 7, 8, dan 9 akan dipulangkan lebih cepat, yaitu pada pukul 12 siang. Terimakasih."

Saya terkejut. Kok jam 12 ? Memangnya ada apa ? Kebetulan saat itu jarum jam sudah berada di angka 12. Seluruh murid berteriak kegirangan, termasuk saya, yang meskipun masih bingung tentang apa yang menyebabkan pemulangan siswa-siswi dengan lebih awal dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Setelah berdoa pulang, saya segera menemui guru-guru saya dan bertanya pada mereka tentang apa yang menyebabkan pemulangan awal ini terjadi. Selidik punya selidik, ternyata pemerintah telah menyatakan "siaga I" pada hari ini. Hal itu disebabkan oleh para pendukung Capres gagal kita yang bernama Prabowo Subianto yang mengadakan demonstrasi di Jakarta Pusat. Maka dari itu, untuk mencegah hal-hal buruk yang mungkin terjadi, maka sekolah saya memulangkan murid-murid pada jam 12.

Awalnya saya merasa senang dengan hal itu, namun lama-lama saya merasa..kalau adrenalin saya meningkat...bersamaan dengan rasa penasaran saya. Saya lalu memutuskan...kalau saya akan PERGI MELIHAT DEMONSTRASI YANG SEDANG BERLANGSUNG !!
"Gila loe !? Mau mati loe ?!" Kata seorang teman saya setelah mendengar apa yang akan saya lakukan.

"Udah gak papa ! Gua udah sering melanglang buana di Jakarta ! Yang penting gak bikin rusuh aja !"Jawab saya santai padanya.

Sebagai seorang murid SMP kelas IX, saya dianggap terlalu nekat oleh teman-teman sebaya saya. Namun, memang saya adalah orang yang nekat. Terus terang saya merasa baik-baik saja dengan keputusan saya ini. Dan saya sengaja melakukan ini untuk mendapatkan pengalaman baru di kota Jakarta yang penuh lika-liku kehidupan ini...

Siang pukul 12.30, saya sudah berada di dalam halte Busway, namun kali ini tujuan saya bukanlah Pinang Ranti, melainkan Monas dan sekitarnya...

Setelah beberapa saat mengendarai Bus Transjakarta, akhirnya saya tiba di sebuah "Dead End". "Dead End" itu bernama Tosari ICBC. Bus-bus Transjakarta Koridor 1 ( Blok M-Kota ) tidak lagi bisa melanjutkan perjalanan mereka melewati Tosari, yang disebabkan oleh demonstran-demonstran pembela Prabowo Subianto.
Jalanan Yang Sepi dan Kosong

Saya tidak menyerah karena "Dead End" itu...

Dengan berani saya turun dari halte Busway Tosari ICBC, dan lalu melanjutkan perjalanan saya dengan berjalan kaki. Jalanan yang biasanya dipadati kendaraan, sepi dan hanya dilalui oleh beberapa kendaraan saja. Saya belum melihat satupun demonstran Prabowo Subianto...


Sekumpulan Demonstran Di
Depan Gedung KPU ( Sarinah )





Kira-kira butuh waktu 20 menit lebih bagi saya untuk berjalan kaki sampai Sarinah. Di Sarinah, sudah terlihat beberapa demonstran berbaju merah putih. Mereka tampaknya cukup bersemangat, walaupun saya tidak begitu tahu kenapa mereka bersemangat...



Peralatan-Peralatan Standar Polisi
Pengaman Demonstrasi 


Agar saya tidak mendapatkan masalah dengan para demonstran, maka saya mengambil foto dan video dari tempat-tempat yang saya anggap aman dan tidak akan mengganggu aktivitas mereka, yaitu adalah jembatan penyeberangan, di dekat halte Kopaja / Metromini, atau di dekat rerimbunan pohon penyejuk kota yang berdiri tegak di pinggir jalan.

Semakin saya berjalan ke arah Monas, semakin banyak demonstran yang terlihat, suara-suara khas demonstrasi sayup-sayup terdengar dari kejauhan. Saya langsung membuat asumsi, kalau saya semakin dekat dengan "titik panas" demonstrasi

Sebuah Spanduk Yang Dipasang
Oleh Para Demonstran Di
Sebuah Jembatan Penyeberangan
Para Demonstran Di Titik
Pusat Demonstrasi

Akhrnya pada pukul 2 siang, saya telah sampai di titik pusat demonstrasi. Bendera-bendera bercorak merah putih, mobil-mobil berlambangkan garuda, dan para demonstran-demonstran merah putih, semuanya berkumpul di satu tempat yang berada di depan Monas. Semuanya adalah bagian dari demonstrasi para pendukung Capres kita yang gagal, Prabowo Subianto...

Suara-suara orasi yang sebelumnya hanya terdengar kecil di udara, sekarang terdengar menggelegar dan berapi-api. Para orator-orator membakar semangat demonstran dengan orasi-orasi mereka yang "menggugah" jiwa para demonstran. Semuanya meneriakkan satu hal yang sama : DUKUNG PRABOWO!!
Para Polisi Yang Dengan Sigap
Menjaga Lokasi Demonstrasi

Panas terik Jakarta di siang hari rasanya kalah dengan panasnya hati para demonstran, yang merasa tidak puas dengan keputusan KPU. Bendera-bendera bercorak merah-putih dikibar-kibarkan setinggi-tingginya. Para polisi berseragam lengkap tetap siap siaga, meskipun mereka sendiri kepanasan, bukan oleh panas dari hati para demonstran, namun dari sang surya yang menyinari Jakarta.

Bendera Gardu Prabowo
Para orator terus meneriakkan kalimat-kalimat pembakar semangat massa. Ada yang mengatakan, kalau polisi tidak lagi bisa menghentikan mereka. Ada lagi yang mengatakan, kalau antek-antek asing akan menjajah Indonesia bila Prabowo tidak jadi presiden. Ada lagi yang mengatakan, bahwa negara Indonesia sudah terlalu lama dikuasai asing, dan tanpa Prabowo Subianto maka Indonesia akan terus dikuasai asing. Bahkan, ada juga yang mengolok-ngolok KPU dengan kata-kata yang tidak pantas untuk saya katakan di postingan ini.


Suasana Demonstrasi Yang Ramai
Dan Penuh Semangat Membara
Para Demonstran
Saya terus mengabadikan momen-momen berkesan dan bersejarah ini, selagi keadaan masih belum terlalu kacau. Para orator yang dari kedatangan saya di lokasi terus meneriakkan orasi-orasi mereka, mengeraskan suara-suara mereka dan berusaha untuk lebih membakar semangat massa seiring saya mengabadikan momen-momen demonstrasi ini.

Rupanya, walaupun keadaan demikian cukuplah berbahaya bagi penduduk biasa, ternyata banyak juga yang memanfaatkan keadaan itu untuk mencari rejeki. Saya melihat banyak penjual minuman, makanan kecil, baju-baju, dan lain sebagainya yang memanfaatkan demonstrasi ini sebagai sumber rejeki mereka.
Para Orator Gardu Prabowo

Tiba-tiba, ketika saya sedang merekam, seorang pemuda yang juga adalah bagian dari demonstran-demonstran yang menamakan diri mereka "Gardu Prabowo", mengajak saya untuk maju ke tempat para orator berdiri. Jantung saya langsung berdebar-debar, dan dengan agak takut, saya hanya tertawa kecil saja, dengan maksud untuk menolak tawaran itu. Sesaat kemudian, saya langsung menjauhi tempat pemuda itu, agar saya tidak masuk ke dalam kerumunan demonstran yang semangatnya kian membara.

Para Demonstran mengangkat Bendera-
Bendera Yang Mereka Bawa
Kemudian pada pukul 14.40, saya memutuskan untuk menyudahi pekerjaan saya ( merekam dan memotret demonstrasi ). Saya lalu langsung berjalan pergi dari lokasi. Belum lama saya pergi, tiba-tiba terdengar suara-suara letupan kecil. Saya menduga-duga bahwa letupan-letupan itu mungkin berasal dari gas air mata yang digunakan oleh para polisi untuk "menenangkan" massa. Beruntung saya sudah agak jauh dari lokasi, jadi saya tidak terkena imbasnya.

Butuh waktu cukup lama bagi saya untuk sampai di rumah. Kira-kira pada pukul 17.00, saya sudah bisa mengistirahatkan kaki saya yang kelelahan karena berdiri dan berjalan kaki  terlalu lama. Dan kira-kira pada pukul 20.00 saya mulai menulis postingan ini. Sebelumnya, saya menyalakan TV saya dan mendengarkan putusan MK, yang ternyata menyatakan bahwa mereka menolak semua gugatan Prabowo-Hatta...

Begitulah Peristiwa Berkesan saya pada hari ini. Secara pribadi, saya sebenarnya tidak ingin peristiwa seperti ini terjadi lagi. Seharusnya seorang Capres, yang disegani dan dihormati, mau mengaku kalah dan bersikap Ksatria dan Legowo bila kalah dalam Pilpres...

Berikut adalah rekaman demonstrasi yang berlangsung siang tadi. Rekaman ini adalah rekaman yang dibuat oleh saya sendiri dengan HP saya, jadi mohon maaf bila kualitas videonya kurang baik...

Rekaman I : Diambil pada pukul 14.09 WIB

video


Rekaman II : Diambil pada pukul 14.21 WIB

video


Demikianlah postingan saya pada kali ini. Saya mohon maaf bila ada kesalahan dalam kata-kata dan juga bila postingan ini menyinggung hati para pendukung Capres ( gagal ) Prabowo Subianto dan Cawapres( gagal )nya Hatta Rajasa...

SEKIAN dan TERIMAKASIH....

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Harap komen dengan penuh tanggung jawab dan sopan.....
Jangan spam di bagian komen blog ini !
Jangan mengiklankan hal-hal berbau porno di kolom komen !
Selamat berkomentar !