Selasa, 09 September 2014

Sebuah Puisi Sederhana II

Romansa Jelang Ajal


Hati telah keras membatu
Hitam bak arang kayu
Harapan telah lama layu
Hanya tersisa jiwa sayu

Kubuka lembaran terakhir kehidupan
Kumasuk kedalam ruangan keputusasaan
Kubuang seluruh harapan kehidupan
Kubiarkan hati penuh kekosongan

Aku dan dia bertatapan
Matanya penuh akan harapan
Kebebasan dari seluruh penderitaan
Yang kini aku rasakan

Kami bersama duduk berduaan
Bagaikan pengantin muda berduaan
Kami bersama bergandeng tangan
Seraya melantunkan lagu percintaan

Waktu terasa makin lambat
Dada terasa makin sesak
Hidup terasa makin cepat
Diiringi tangis terisak-isak


Kurasakan elusan tangan lembutnya
Mengelus pundakku dengan tenangya
Seraya mengangkat tinggi tongkatnya
Dan melakukan tugas abadinya


Jiwaku sungguh merasa damai
Semua penderitaanku telah disirnakan
Jiwaku melayang-layang tinggi
Karena merayu Sang Kematian



- Titus Agung Adiyatma -


Demikianlah postingan saya pada kali ini. Bila anda mau, tolong tuliskan pendapat anda mengenai puisi ini di kolom komentar, dan juga bila anda telah menemukan makna puisi ini ( dan juga bila anda mau ), silakan tulis di kolom komentar. SEKIAN dan TERIMA KASIH...

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Harap komen dengan penuh tanggung jawab dan sopan.....
Jangan spam di bagian komen blog ini !
Jangan mengiklankan hal-hal berbau porno di kolom komen !
Selamat berkomentar !