Kamis, 27 November 2014

Cerbung Simpel II : Hati Wanita ( Part IV )

    
Hati Wanita

( Part IV )

- T.A.A. -



    Waktu telah menunjukkan pukul dua belas siang. Aku dan semua teman-temanku sedang duduk di kelas, mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru kami. Seperti biasa, dari keheningan yang merajalela di kelas, celetak-celetuk kecil bermunculan , dan tak lama kemudian disusul oleh gelak tawa beberapa orang di bagian belakang kelas.

    Guruku pergi ke luar kelas, ia bilang bahwa ia ada urusan yang harus dibereskan. Ini kesempatan bagiku ! Aku akan mencoba minta maaf padanya. Siapa tahu, aku akan dapat melihat senyum manisnya lagi setelah kata maaf terucap dariku...

Selasa, 25 November 2014

Cerbung Simpel II : Hati Wanita ( Part III )

    Hati Wanita

( Part III )

- T.A.A. -





    Keesokan paginya, aku berangkat ke sekolah. Seperti biasa, di dalam tasku, kubawa buku-buku pengetahuan yang berat dan kurasa tidak enak dibawa. Sepanjang jalan, aku memikirkan akan kemungkinan-kemungkinan kejadian istimewa yang mungkin terjadi di hari ini. Siapa tahu hari ini akan ada kejutan spesial untukku dari kehidupan ini...

Senin, 24 November 2014

Cerbung Simpel II : Hati Wanita ( Part II )

  Hati Wanita

( Part II )

- T.A.A. -




    Tiba-tiba saja, seseorang memanggilku. Suaranya adalah suara seorang perempuan. Tapi kali ini bukan suara halus seperti di kelas waktu itu, kali ini suara yang memanggilku lebih kecil dan kusut. Aku menoleh kepada sumber suara itu dan seperti yang telah kuduga, suara itu datang dari Hilda. Ia memegang buku tugas di tangan kirinya dan sebuah pena hitam di tangan kanannya.

Cerbung Simpel II : Hati Wanita ( Part I )

Hati Wanita

( Part I )


- T.A.A -



    Waktu telah menunjukkan pukul dua belas setengah. Seluruh tugas yang guruku berikan kepadaku dan teman-temanku telah diselesaikan oleh aku dan teman-temanku. Aku menarik napas, seraya memejamkan mata, dan melepas jenuh sejenak dari pikiranku. Teman-temanku yang lainnya rupanya juga melepaskan kejenuhan mereka, namun dengan cara yang berbeda. Cara itu tak lain adalah mengobrol dan bercanda ria dengan orang-orang lain di sekitar mereka.

    Aku menutup buku tulisku, dan merapikan alat-alat tulisku. Kemudian aku merenggangkan kakiku di lantai, dan melipat tanganku di dada. Sekali lagi aku memejamkan kedua mataku, dengan maksud untuk melepas penat dari pikiranku. Setelah beberapa saat, muncul sebuah pertanyaan dalam batinku,"Apa yang bisa kulakukan untuk mengisi waktu-waktu senggang ini ? Tugasku telah selesai, guruku masih punya urusan sendiri, jadi apa yang bisa kulakukan ?"

Jumat, 07 November 2014

Sebuah Puisi Sederhana III

Sajak Seorang Buta



Orang kata, dunia ini indah

Segala hal di dunia ini telah diberikan

OlehNya untuk kita semua

Orang kata, hidup ini luar biasa

Tiap-tiap hari akan ada hal baru

Yang pasti memuaskan mata insani