Selasa, 25 November 2014

Cerbung Simpel II : Hati Wanita ( Part III )

    Hati Wanita

( Part III )

- T.A.A. -





    Keesokan paginya, aku berangkat ke sekolah. Seperti biasa, di dalam tasku, kubawa buku-buku pengetahuan yang berat dan kurasa tidak enak dibawa. Sepanjang jalan, aku memikirkan akan kemungkinan-kemungkinan kejadian istimewa yang mungkin terjadi di hari ini. Siapa tahu hari ini akan ada kejutan spesial untukku dari kehidupan ini...

    Sesampainya di sekolah, aku segera menuju ke tempat dudukku, dan kemudian meletakkan tasku yang berat di atas kursi kayu tempatku duduk sehari-hari di kelas. Setelah itu, aku pergi menuju perpustakaan, dengan maksud untuk melanjutkan sebuah tugas dari guru. Ketika aku turun dari tangga, aku menyadari bahwa aku lupa membawa buku tugas dan alat tulisku. Maka itu aku segera naik kembali ke kelasku.

    Ketika aku mengambil buku tugas dan alat tulisku, kulihat Brigitta datang masuk ke dalam kelas. Tiba-tiba saja, terlintas sebuah ide dalam pikiranku. Ide yang sungguh cemerlang, dan kupercaya akan mempercantik relasiku dengan gadis itu.

    Aku mendekati Brigitta, dan berkata,"Hei, pagi !"

    Ia menatapku sebentar, kemudian memalingkan mukanya dariku dan berkata dengan nada agak kesal,"Apa ?"

    Aku dengan pelan berkata lagi padanya,"Gua cuma pingin bilang sesuatu sama lu. Tepatnya gua mau minta tolong sama lu."

    "Lu sadar gak, lu kemarin udah bikin gua malu ? Terus apa itu maksud lu bikin cerita-cerita tentang gua di situs lu ? Udah gitu lu mau tiba-tiba minta tolong sama gua ?" Tanyanya dengan nada kesal.

    "Maksud lu apa sih ? Itu kan kemarin cuma ngomong-ngomong aja. Dan cerita itu kan cuma cerita doang di blog gua !" Jawabku.

    " Tapi kemarin itu lu bikin gua malu tahu di depan teman-teman ! Dan gua tahu apa isi cerita di situs lu itu ! Gua gak suka sama itu !"

    "Apaan sih ? Itu kan cuma cerita doang. Jangan marah dong !" Balasku.

    "Tapi ada nama gua disitu !"

    "Gua mau supaya lu hapus cerita itu hari ini juga !" Ancam Brigitta.

    "Maksud lu ? Mana mau gua hapus apa yang sudah gua tulis dengan susah payah !" Kataku.

    "Kalau gitu jangan harap gua mau ngebantuin loe, entah apa yang sebenarnya loe mau minta tolong ke gua !" Jawabnya dengan keras. Ia kemudian dengan cepat berjalan pergi dari hadapanku, menuju ke luar kelas. Ekspresinya sungguh menandakan seorang perempuan yang sedang panas hatinya.

    Aku bingung. Kenapa ia begitu sensitif sekali ? Padahal itu hanyalah sebuah cerita biasa yang kupajang di situsku. Aku tak ada maksud sama sekali untuk membuat ia malu karena cerita itu, ataupun karena apa yang kulakukan dengan dia dan teman-temannya kemarin. Maka itu, aku bingung, mengapa ia marah-marah padaku ? Apakah aku yang salah ? Atau dia saja yang terbawa emosinya ?

    Pertanyaan itu dijawab beberapa jam kemudian di Lab Bahasa sekolah. Waktu itu aku dan Theresia kebetulan karena merasa bosan akan mata pelajaran yang dipelajari, mengobrol sejenak. Kebetulan lagi aku dan dia tiba-tiba saja membicarakan hal itu. Setelah mengetahui perkaraku dengan Brigitta, ia berkata,"Ya, kalau cewek kan gitu biasanya, sensitif. Ada sedikit aja yang bikin cewek merasa gak enak, pasti keselnya sejadi-jadinya."

    "Gua saranin supaya lu minta maaf ke dia. Jangan lewat sms ! Langsung face-to-face ! Cewek biasanya suka kalau begitu," Kata Theresia.

    "Begitu ya. Gua harus gitu minta maaf langsung ?" Tanyaku.

    "Ya iyalah ! Lu cowok sejati bukan ? Masak gitu aja gak berani ?" Balas Theresia.

    "Hmmm, ya udah deh. Gua usahain..."

    "Baguslah. Gitu dong ! Sekalian lu buktikan pada dia siapa diri lu sebenarnya !" Katanya lagi.

    "Huh, iya, iya..."

    Perkataan Theresia masuk akal juga. Aku harus minta maaf kepada Brigitta atas perkaraku dengan dia. Seharusnya aku bersikap lebih hati-hati lagi. Apalagi mengingat perasaanku yang...spesial....tentang dirinya. Aku tidak mau kalau dia menjauh dariku, atau bahkan membenciku. Situasi seperti itu adalah situasi yang paling tidak aku inginkan untuk terjadi dalam hidupku.

    Tugasku sekarang sudah tetap, yaitu aku harus minta maaf padanya...

Bersambung

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Harap komen dengan penuh tanggung jawab dan sopan.....
Jangan spam di bagian komen blog ini !
Jangan mengiklankan hal-hal berbau porno di kolom komen !
Selamat berkomentar !