Senin, 24 November 2014

Cerbung Simpel II : Hati Wanita ( Part I )

Hati Wanita

( Part I )


- T.A.A -



    Waktu telah menunjukkan pukul dua belas setengah. Seluruh tugas yang guruku berikan kepadaku dan teman-temanku telah diselesaikan oleh aku dan teman-temanku. Aku menarik napas, seraya memejamkan mata, dan melepas jenuh sejenak dari pikiranku. Teman-temanku yang lainnya rupanya juga melepaskan kejenuhan mereka, namun dengan cara yang berbeda. Cara itu tak lain adalah mengobrol dan bercanda ria dengan orang-orang lain di sekitar mereka.

    Aku menutup buku tulisku, dan merapikan alat-alat tulisku. Kemudian aku merenggangkan kakiku di lantai, dan melipat tanganku di dada. Sekali lagi aku memejamkan kedua mataku, dengan maksud untuk melepas penat dari pikiranku. Setelah beberapa saat, muncul sebuah pertanyaan dalam batinku,"Apa yang bisa kulakukan untuk mengisi waktu-waktu senggang ini ? Tugasku telah selesai, guruku masih punya urusan sendiri, jadi apa yang bisa kulakukan ?"

    Aku beranjak dari lantai tempatku duduk. Kemudian aku berjalan pelan-pelan diantara kerumunan teman-temanku. Gelak tawa dan suara-suara mulut lainnya memenuhi atmosfer ruangan tempat aku dan teman-temanku berada. Terlintas suatu hal dalam pikiranku, mengapa aku tidak ikut mengobrol saja dengan mereka ? Toh, tugasku sudah kurampungkan dan guruku sedang tidak ada disini.

    Kudekati 4 orang temanku yang sedang terduduk di lantai. Pembicaraan mereka yang terdengar asyik menarik perhatianku. Yang pertama bernama Ignatius, seorang lelaki bertubuh kecil, namun memiliki jiwa yang berani dan keras. Lalu ada Arga, teman baik Ignatius. Dia adalah seorang lelaki berkulit hitam dan berbadan cukup kekar, sikapnya kasar dan kadang-kadang membuat orang ketakutan atau kesal, namun akhir-akhir ini dia sudah berubah jadi orang yang baik. Kemudian ada Marcelino, satu dari beberapa lelaki jagoan bola di kelasku. Ia adalah orang yang pendiam, namun ramah. Dan yang terakhir adalah Angelo. Teman-temanku biasanya merasa risih bila dekat dengannya, dan ia juga biasanya bertingkah secara tidak....wajar. Namun , sebenarnya dia itu adalah orang yang baik. Mereka semua sedang duduk santai sambil melepas penat. Akupun mendekati mereka dan duduk bersama dengan mereka.

    "Hey, kalian lagi ngomongin apa ?"Tanyaku.

    "Oh, cuma soal si Angelo. Dia bilang dia mau jadi tentara,"Jawab Marcelino.

    "Aneh kan ? Orang macam dia ini, mana bisa jadi tentara ??"Sahut Arga dengan logat bataknya yang khas.

   "Betul tuh. Sikapnya aja kayak banci. Bisa-bisa langsung kena tembak pas ketemu musuh!" Tambah Ignatius.

    "Apaan sih ! Gua bukan mau jadi tentara di lapangan. Gua maunya jadi tentara yang di kantor,"Kata Angelo dengan nada tersinggung.

    "Sama saja kan ? Tetap kau ingin jadi tentara ! Lucu sekali kau ! Tak pernahkah kau lihat muka kau itu ? Macam bencong saja !"Balas Arga.

    "Bukannya dia memang banci ya ? Hahaha...."

    "Angelo, Angelo. Lu itu selalu omongannya gak pernah normal....selalu spesial pake telur!" Kataku.

     "Eh, Agung. Kita tugasnya apa lagi nih ?"Tanya Marcelino seketika.

     "Gak ada lagi. Pak guru kan hanya memberikan kita tugas yang tadi saja. Jadi sampai pulang nanti kita bebas,"Jawabku.

    "Oh, baguslah."

     Obrolan aku dan mereka terus saja berlanjut, sampai-sampai aku lupa untuk mengecek waktu. Kami membicarakan banyak hal, salah satunya adalah sekolah tinggi impian kami. Masing-masing dari kami menceritakan sekolah-sekolah impian kami. Seperti misalnya, SMA 8, SMA 48, dan lain-lain. Kami semua merasa senang dalam waktu berbagi cerita ini...

Bersambung...


Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Harap komen dengan penuh tanggung jawab dan sopan.....
Jangan spam di bagian komen blog ini !
Jangan mengiklankan hal-hal berbau porno di kolom komen !
Selamat berkomentar !