Kamis, 01 Juni 2017

Sebuah Puisi Sederhana IX

Bangkit
Ia jatuh
Tersungkur
Tubuhnya berpeluh
Darahnya tercucur

Ia tidak menangis
Juga tidak mengeluh
Hanya sedikit meringis
Lalu mengusap peluh

Tubuh yang kurus laksana sumpit
Perlahan-lahan bangkit
Sembari menahan sakit
Dikala pertempuran yang sengit

Ditengah ramainya ledakan
Ditengah ramainya desingan peluru
Sebuah teriakan pun terdengar
Merdeka !
17 Maret 2017
- T.A.A -

~

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Harap komen dengan penuh tanggung jawab dan sopan.....
Jangan spam di bagian komen blog ini !
Jangan mengiklankan hal-hal berbau porno di kolom komen !
Selamat berkomentar !